PASANG IKLAN DISINI
Tampilkan postingan dengan label e-business. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label e-business. Tampilkan semua postingan

Industri Animasi Menjadi Sorotan

Written By tiko on Selasa, 12 Juli 2011 | 02.48

Inbox News - Pengembangan konten animasi adalah salah satu bidang industri digital yang bisa didorong di dalam negeri. Untuk memberikan inspirasi kepada pelaku pengembang konten animasi, sejumlah duta besar berbagi pengalaman pengembangan animasi di berbagai negara dalam Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI).
Bertempat di Cendrawasih 3 Jakarta Convention Center, acara yang diberi nama Ambassador Connect ini menghadirkan lima duta besar RI. Mereka adalah duta besar RI untuk Selandia Baru, Arab Saudi, Inggris, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Acara ini digelar pada Kamis (7/7/2011).
Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Agus Sriyono, menyampaikan kesuksesan film Avatar yang sarat dengan konten digital animasi dan efek visual. Selandia Baru menyerap tenaga kerja sekitar 7.000 orang, tidak termasuk tenaga kontrak jika ada film baru. Film Lord of The Ring menyerap tambahan 800 pekerja film dengan masa kerja 3-4 tahun. Film Avatar menyerap tambahan 900 pekerja film. Produksi film animasi The Hobbit dan Tintin tengah dikerjakan di Selandia Baru dan diperkirakan dirilis pada 2012.
Kerja sama produksi antara Indonesia dan Selandia Baru adalah melibatkan sumber daya manusia (SDM) di bidang animasi dalam produksi bersama film animasi sehingga memiliki pengalaman internasional atau jejaring kerja baru. Hasil lainnya adalah transfer teknologi sehingga SDM Indonesia dapat memproduksi sendiri untuk pasar Selandia Baru.
Adapun Duta Besar RI untuk Seoul, Nicholas T Dammen, menyampaikan bahwa perkembangan dunia animasi Korea Selatan juga terjadi karena pendidikan animasi mendukung para calon animator. Di Korea Selatan terdapat 100 universitas yang memiliki jurusan animasi. Ada juga 50 sekolah kejuruan animasi setingkat SMA.

Kisah sukses industri animasi Korea Selatan adalah The Magic of Pororo di mana penjualannya diperkirakan mencapai 35 juta dollar AS. Peluang bisnis bagi pengusaha animasi Indonesia adalah menjajaki peluang untuk mendapatkan porsi subkontraktor dari industri animasi Korea Selatan, juga mencari kemungkinan untuk kerja sama dengan industri Korea Selatan dalam membuat film animasi tiga dimensi khas Indonesia.
Sementara itu, Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Gatot Abdullah Mansyur, menyampaikan bahwa peluang pasar industri kreatif di Arab Saudi terdapat dalam bidang periklanan, arsitektur, barang kerajinan tangan, desain, fashion, permainan interaktif, penerbitan dan percetakan buku, kuliner, kosmetik, spa atau pijat refleksi, serta obat tradisional.
Adapun Konsulat Jenderal Indonesia untuk Chicago yang mewakili duta besar RI untuk Amerika Serikat menyampaikan bahwa industri animasi merupakan salah satu bagian industri kreatif di Amerika Serikat yang berkembang pesat dan terbesar di dunia, khususnya untuk sektor film layar lebar dan serial televisi. Industri animasi Amerika Serikat adalah salah satu industri yang tidak mengalami pengaruh dari krisis ekonomi Amerika Serikat. Bahkan salah satu sektornya, yakni sektor permainan (gaming) komputer atau video, mengalami peningkatan di masa krisis.
Beberapa faktor yang membuat industri animasi Amerika Serikat maju adalah teknologi perfilman, pembuatan karakter terhadap animasi, dan kemampuan individual para animator, serta dukungan Pemerintah Amerika Serikat yang memainkan peranan penting dalam mengembangkan industri ini. Peluang Indonesia adalah belajar bagaimana Amerika Serikat mengembangkan industri animasinya dan mengambil kesempatan bisnis outsourcing dari perusahaan-perusahaan animasi di Amerika Serikat.
Adapun kekuatan industri animasi Inggris menurut Duta Besar RI untuk Inggris, Yuri O Thamrin, adalah dari daya kreativitas, keunggulan di desain karakter dan cerita animasi anak-anak, kemampuan teknologi, infrastruktur pendidikan, adanya festival animasi kelas dunia, menguasai jejaring pemasaran dan produksi, juga karena keunggulan bahasa. Bentuk-bentuk peluang kerja sama yang bisa dimanfaatkan dengan Inggris adalah dalam penyelenggaraan festival tingkat dunia, jaringan produksi dan pemasaran, kekayaan ide, inovasi, dan kreativitas. Keunggulan kemampuan teknologi dan tingkat profesionalitas jug bisa dipelajari dari Inggris.
Menurut Yuri, diperlukan strategi yang komprehensif, efektif, dan terpadu dalam mengembangkan industri animasi nasional. Pembinaan dari awal merupakan faktor penting. Dukungan pemerintah dalam bentuk pembiayaan (grant), kuota jam tayang, pilot project atau prototipe, program inkubasi, insentif pajak, dan sebagainya sangat penting, khususnya dalam tahap pengembangan industri animasi nasional.
Pemerintah juga harus mengadakan festival dan kompetisi terkait industri kreatif dan animasi. Perlu penajaman peta kekuatan dan kelemahan industri animasi Indonesia, mencakup jumlah studio animasi, SDM, daerah-daerah unggulan, keunggulan teknologi, dan spesialisasi yang diandalkan, jumlah program pendidikan animasi yang ada, kurikulum pendidikan, dan sebagainya.
Dalam konteks pengembangan kerja sama di bidang animasi, perlu identifikasi atau insentif yang dapat ditawarkan secara konkret oleh Indonesia untuk industri animasi negara lain, misalnya Inggris, dalam rangka pengembangan industri animasi nasional.
02.48 | 0 komentar | Read More

Komunitas-komunitas Lokal Dorong Industri Digital

Inbox News - Setahun terakhir ini Jakarta dipenuhi dengan ajang kumpul-kumpul para pelaku industri digital mulai dari yang santai sampai yang serius. Mulai dari sekadar diskusi ringan, sampai yang membuahkan gerakan sosial yang nyata.
Meskipun para pelaku industri digital ini lebih banyak berinteraksi secara online, kebutuhan untuk bertemu dan bertatap muka secara langsung masih tetap menjadi utama. Biarpun aktif di berbagai forum, komentar di status Facebook atau mention di Twitter berderet, tapi tetap terasa ada yang kurang sehingga keakraban ini harus dilakukan juga di dunia nyata.
Selain karena alasan mendasar bahwa manusia merupakan makhluk sosial, alasan lainnya adalah sosialisasi melalui media digital memang terkadang banyak kurangnya. Status yang terbatas 140 karakter tidaklah cukup menyatakan pendapat atau menyampaikan emosi secara menyeluruh. Hal inilah yang mendorong kebutuhan untuk melakukan "kopi darat". Ketika itu pula cikal-bakal munculnya banyak komunitas berbasis online terbentuk.
Salah satunya adalah komunitas FreSh (Freedom of Sharing). Pitra Satvika, salah satu inisiatornya, menceritakan bagaimana komunitas ini terbentuk dari sebuah obrolan yang ingin mencari wadah untuk berbagi mengenai online dan kreativitas. Pertemuan pertama kali pun hanya dihadiri sekitar dua puluh orang. Tetapi, ketika pertemuan itu mendapat tanggapan positif, para inisiatornya bersemangat meneruskan program ini secara konsisten. Hingga kemudian, forum ini berkembang di kota-kota lain yaitu di Surabaya dan Semarang.
Tidak cuma di Jakarta, fenomena "kopdar" ini juga berlanjut ke kota-kota lain di Indonesia. Di Bandung, beberapa programmer yang mengawali diskusi mereka di Twitter sepakat untuk bertemu dan berbagi pengalaman mereka pertama kali pada 18 Februari 2010. Di bawah nama Forum Web Anak Bandung (Fowab), Yohan Totting, Reza Prabowo, Anggi Khrisna, bersama beberapa rekan lainnya menjadikan ajang kumpul-kumpul ini sebagai wadah bagi sesama rekan-rekan yang berkecimpung di dunia digital untuk saling berkolaborasi dan berbagi.
Bukan hanya sekadar diskusi, para programmer ini pun berani memberikan solusi nyata untuk membantu kemajuan komunitas mereka, salah satunya dengan menyediakan ruang publik kreatif yang dinamai Hackerspace Bandung. Hackerspace bertujuan berbagi dan memberikan pengarahan sejak dini kepada anak muda di bangku sekolah yang ingin terjun ke dunia kreatif, membuka perspektif mereka akan potensi industri digital.
Selain Jakarta dan Bandung, tentu saja kita tidak bisa melupakan Yogyakarta, salah satu penghasil talenta-talenta terbaik di industri digital Tanah Air. Teman-teman di sana juga memiliki wadah yang tidak kalah solidnya. Diawali dengan inisiatif beberapa developer, komunitas bernama Bancakan 2.0 berdiri pada 24 Februari 2010. Meskipun terdiri dari developer, mereka tidak melulu hanya membahas soal teknis, tetapi juga sisi bisnis dan pemasaran; bagaimana menghasilkan karya yang baik, dan tentunya bagaimana mengemasnya hingga menjadi produk layak jual.
Komunitas yang digagas oleh Fachry Bafadal, Fahmi Adib, Kristiono Setyadi, dan Faiq Fardian ini tidak hanya berkumpul untuk berdiskusi, tetapi juga bergerak untuk membantu para start-up di Yogyakarta agar mereka memiliki kesempatan bertemu dengan investor-investor yang tertarik mengembangkan usaha yang mereka miliki.
Selain Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta, komunitas digital di Surabaya juga tumbuh secara signifikan. Brian Arfi dan Imam Muttaqin, dua orang developer berbagi kegelisahan yang sama. Berawal dari lambannya aktivitas pengembangan website di Surabaya, padahal sumber daya manusia serta fasilitasnya cukup memadai. Kondisi ini kemudian membuat mereka tergerak untuk membentuk komunitas yang bisa berkontribusi positif bagi perkembangan dunia internet di Surabaya. Surabaya Web Community (suWec) menjadi ajang berkumpul web developer, web marketer, web entrepreneur, maupun penggemar web secara umum.
Komunitas-komunitas ini tidak hanya berdiskusi, tetapi juga memberikan langkah kongkrit bagi kemajuan komunitas mereka. Semangat kebersamaan dan berbagi inilah yang akan terus memajukan industri digital di Indonesia.
Bersama dengan komunitas-komunitas ini, IDBYTE berkomitmen untuk menjembatani para pelaku industri menuju sebuah wadah yang lebih besar sehingga suara Indonesia akan lebih nyaring di tingkat internasional.
Selama 11-14 Juli 2011 IDBYTE akan menghadirkan berbagai nama besar seperti Google, Facebook, dan LinkedIn. Mereka akan berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada para pengembang, pebisnis, pemasar, dan komunitas digital di Indonesia. IDBYTE menjadi wadah yang tepat untuk saling menghubungkan komunitas-komunitas ini ke dalam satu kesatuan jaringan yang lebih besar.
IDBYTE mengajak komunitas-komunitas digital yang tersebar di berbagai tempat untuk datang dan meramaikan event digital terbesar di Indonesia ini. Dengan berkumpul dan menjalin hubungan secara intens, tidak hanya bermanfaat bagi komunitas-komunitas itu sendiri, tapi ke depannya dapat lebih memajukan industri digital Indonesia sehingga bisa menjadi salah satu pemain digital yang berpengaruh di ranah global.
02.47 | 0 komentar | Read More

Peluang Besar Indonesia di Industri TIK

INbox News - Menkominfo Tifatul Sembiring menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar sebagai pemain utama bagi industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Hal ini disampaikannya pada pidato pembukaan Konferensi & Eksibisi ID-BYTE, Senin (11/7/2011), di Pacific Place, Jakarta.
"Kini, pemain-pemain besar dunia TIK juga berubah. Dulu didominasi oleh USA & Jepang, saat ini muncul China, India, Swedia, Korea, Taiwan, dan lain-lain," ujar Tifatul.
Indonesia menurut Tifatul punya potensi besar, secara geografis terdiri dari 17.508 pulau, lebar wilayah lebih 5400 km, dan ada 237 juta penduduk.
"Hal ini merupakan pasar besar bagi TIK. Saat ini, di Indonesia ada 200 juta pengguna HP, 45 juta pengguna internet, 30 juta pengguna social media, dan tahun 2009 volume bisnis TIK mencapai Rp 300 triliun/tahun," tambah Tifatul.
Dari sisi pertumbuhan ekonomi,Indonesia semakin baik. Keamanan dalam negeri terjaga dan terkendali. Pada tahun 2011 pemerintah Indonesia optimistis meraih pertumbuhan ekonomi 6,5-7 persen. Saat ini, inflasi sekitar 6,5 persen, suku bunga 6,6 persen, kemiskinan 11,8 persen, dan pengangguran di bawah 10 persen.
"Kondisi makro ekonomi Indonesia semakin baik. Beberapa CEO international company bahkan berkunjung dan menyampaikan harapan dan optimisme terhadap ekonomi Indonesia. Ini bagus bagi pengembangan usaha," pungkas Tifatul.
Pada sisi lain, menurut Tifatul Indonesia memiliki banyak kreator di bidang IT. Ini terlihat dari kompetisi Indonesia ICT Award (INAICTA) yang diadakan oleh Kemenkominfo sekali setahun, menunjukkan bahwa sebenarnya Indonesia sangat kaya dengan talenta di bidang IT. Tinggal dikembangkan dan disambungkan dengan industri IT agar bisa berkembang.
"Saya sangat mengharapkan Indonesia bergerak menjadi pemain utama dalam industri TIK dunia. Kita harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri dalam industri TIK. Untuk itu saya menghimbau kalangan industri TIK bersedia menjadi bapak asuh bagi para kreator," ujar Tifatul.
Diakhir sambutannya, Tifatul mengucapkan terima kasih kepada Shinta Dhanuwardoyo yang telah bersedia menjadi inisiator acara ID-BYTE. Acara ini diharapkan dapat memberikan atmosfer baru dalam pengembangan TIK di Tanah Air. Acara yang digelar 11-14 Juli 2011 berupa workshop dan konferensi yang akan dihadiri oleh banyak perwakilan TIK dunia seperti Javier Olivian (Facebook), Michelle Guthrie (Google), serta para petinggi Yahoo, Microsoft, dan perusahaan digital terkemuka lainnya.
02.46 | 0 komentar | Read More

Samsung Ditinggal Omar Khan, Otak Kesuksesan Galaxy

Inbox News -  Produsen ponsel asal Korea, Samsung Mobile ditinggal Omar Khan, orang yang selama ini diyakini sebagai otak kesuksesan merek Galaxy. Omar Khan meninggalkan jabatan sebagai Chief Technical Officer (CTO) dan akan pindah ke CitiGroup. Demikian informasi yang dilansir situs TDG (www.thedroidguy.com).
"Saya akan bergabung dengan Citigroup mulai minggu depan di mana saya akan memimpin solusi mobile dengan basis global mereka," kata Omar Khan dalam email yang dikutip TDG.
Omar Khan merupakan pejabat tertinggi yang memimpin pengembangan produk dengan bendera Galaxy yang kini sukses di pasaran. Ia memimpin Samsung dengan beberapa pejabat lainnya seperti Gavin Kim, Nick DiCarlo, dan JK Shin.
Samsung bisa dikatakan sukses mendongkrak dominasinya di pasar smartphone dan tablet dengan merek Galaxy yang berbasis platform Android. Bahkan, analis memprediksi Samsung akan menguasai pasar smartphone tahun ini mengalahkan Nokia.
Beberapa produknya sukses di pasaran seperti Galaxy S yang telah terjual lebih dari 10 juta unit, Galaxy S II yang memecahkan rekor penjualan 3 juta unit dalam 55 hari, serta tablet Galaxy Tab yang sudah tersedia dalam ukuran 7 inci maupun 10,1 inci.

02.45 | 0 komentar | Read More
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...